Kenapa nulis tentang lada?
Karena aku lahir di Pangkalan Lada, Jaraknya sekitar satu setengah jam dari kota Pangkalan Bun. Dari namanya saja sudah bisa diketahui kalau daerah itu juga penghasil lada. Waktu kecil (sekitar umur 5-6 tahun) sering main-main dengan buah lada yang masih hijau. Kebetulan ada ditanam di belakang rumah (sekarang sudah dijual).
Setelah pindah ke Pangkalan Bun terkadang masih sering mampir untuk melihat rumah yang belum jadi, sekalian mengambil kelapa dan buah (kalau musim buah datang). Di sepanjang jalan masih bisa terlihat kebun lada dengan daunnya yang berwarna hijau kekuningan. Sekarang mulai tidak terlihat (tidak terurus).
Sepanjang tahun aku sekolah di Palangka raya hingga kuliah di Banjarbaru. Perubahannya bisa dengan jelas dilihat. Kebun sawit bertambah begitu juga dengan kebun karet. Misalnya tahun ini pulang ke P.Bun ada kebun karet baru dengan tanaman setinggi 30-40 cm. satu semester sudah meninggi jadi 1,5 m. Dan sekarang sudah jadi hutan karet setinggi kira-kira lebih 3 meter. Tetapi, tidak untuk lada. Sekarang jarang sekali ditemui kebunnya yang di pinggir jalan.
Thursday, March 12, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comments:
if your intrested in making money totally free online please visit me @ http://website.ws/tevingreer and i promise you wont regret it. Thanks
Post a Comment